Home Berita Alumni Nobar dan Diskusi tentang Romo Franz Magnis-Suseno dalam Lensa Sinematografi

Nobar dan Diskusi tentang Romo Franz Magnis-Suseno dalam Lensa Sinematografi

393
2

JAKARTA — Perayaan Dies Natalis ke-57 Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara tahun ini menghadirkan sebuah peristiwa intelektual sekaligus kultural: pemutaran perdana film dokumenter The Philosopher’s Journey yang merekam perjalanan hidup dan pemikiran Franz Magnis-Suseno. Acara bertajuk Bincang Magnis dalam Lensa Sinematografi ini akan digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Auditorium STF Driyarkara, Jakarta Pusat.

Momentum ini tidak berdiri sendiri. Perayaan kampus tersebut berkelindan dengan ulang tahun ke-90 Romo Magnis—sapaan akrabnya—yang selama lebih dari setengah abad dikenal sebagai salah satu pemikir etika-politik paling berpengaruh di Indonesia. Mengusung tema “Magnis untuk Indonesia”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan upaya membaca ulang warisan intelektual yang membentuk lanskap pemikiran kebangsaan.

Film dokumenter berdurasi 70 menit karya Marselli Sumarno ini menjadi pusat perhatian. Melalui pendekatan sinematografis, film tersebut menelusuri perjalanan Romo Magnis sejak masa awal sebagai rohaniwan muda hingga perannya sebagai figur moral di tengah dinamika sosial-politik Indonesia. Karya ini diposisikan sebagai “ziarah visual” yang berusaha menerjemahkan gagasan filsafat yang abstrak ke dalam bahasa gambar yang lebih dekat dengan publik.

Ketua STF Driyarkara, Simon Petrus Lili Tjahjadi, menilai sosok Romo Magnis sebagai jembatan antara tradisi etika Barat dan kearifan Timur. “Pemikiran beliau membantu masyarakat Indonesia memahami demokrasi dan hak asasi manusia melalui pendekatan etis yang membumi,” ujarnya dalam keterangan kegiatan.

Diskusi yang menyusul pemutaran film dirancang dalam empat perspektif kuratorial. Pertama, aspek estetika penarasian film yang akan dibedah langsung oleh sang sutradara. Kedua, dimensi biografi personal Romo Magnis sebagai figur yang melintasi batas budaya dan intelektual. Ketiga, pembacaan atas identitas hibrid—sering disebut sebagai “orang Jerman yang lebih Jawa”—yang menjadi kekuatan moral dalam menafsir etika politik Indonesia. Perspektif ini akan dipaparkan oleh kurator sinematografi Bunga Siagian.

Sementara itu, peneliti budaya pop Hikmat Darmawan akan mengulas bagaimana figur Romo Magnis bertransformasi menjadi “selebritas intelektual” di ruang publik. Dalam era banjir informasi digital, gagasan-gagasan etika yang ia suarakan dinilai tetap memiliki daya resonansi yang kuat.

Panitia menegaskan bahwa acara ini memiliki dua tujuan utama: merayakan dedikasi Romo Magnis bagi kemanusiaan dan keindonesiaan, serta menegaskan peran film dokumenter sebagai medium penting dalam mendiseminasikan pemikiran filsafat kepada khalayak luas.

Dengan memadukan pemutaran film dan diskusi reflektif, Bincang Magnis dalam Lensa Sinematografi diharapkan menjadi ruang temu antara seni, filsafat, dan publik—sebuah upaya merawat ingatan intelektual sekaligus memperluas jangkauan gagasan etika di tengah masyarakat.

2 COMMENTS

  1. Ada linknya nggak ya yg bisa dishare besok tgl 16 Mei2026?
    Mohon kiranya disertakam juga linknya ya mas gabriel abdi?

Leave a Reply to AdrianusTurnip Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here