Home Berita Alumni The Philosopher’s Journey, Film tentang Perjalanan Intelektual Franz Magnis, Kini Tayang di...

The Philosopher’s Journey, Film tentang Perjalanan Intelektual Franz Magnis, Kini Tayang di YouTube

102
0

JAKARTA – Film dokumenter The Philosopher’s Journey karya sineas Marselli Sumarno resmi dirilis melalui YouTube pada Senin, 21 September 2026. Film yang merekam perjalanan intelektual dan kemanusiaan Romo Franz Magnis-Suseno, SJ ini kini dapat disaksikan publik secara lebih luas melalui platform digital.

The Philosopher’s Journey sebelumnya telah mendapat perhatian dalam berbagai pemutaran dan pembicaraan mengenai sosok Franz Magnis-Suseno. Film ini juga tercatat sebagai salah satu film yang masuk dalam daftar unggulan Festival Film Indonesia (FFI).

Film berdurasi sekitar 72 menit tersebut membawa penonton mengikuti perjalanan Franz Magnis-Suseno sebagai filsuf, rohaniwan, pendidik, sekaligus intelektual publik yang selama puluhan tahun terlibat dalam percakapan mengenai filsafat, etika, agama, kebudayaan, dan kehidupan sosial-politik Indonesia.

Marselli Sumarno tidak hanya menempatkan Magnis sebagai objek dokumentasi, tetapi menghadirkan perjalanan pemikiran seorang filsuf yang hidup dan bekerja di tengah perubahan masyarakat Indonesia. Karena itu, film ini bergerak di antara kisah personal, refleksi filosofis, dan kesaksian sejumlah orang yang mengenal atau berdialog dengan pemikiran Magnis.

Sejumlah nama yang tampil dalam film antara lain Franz Magnis-Suseno sendiri, Sindhunata, Karlina Supelli, Simon Petrus Lili Tjahjadi, Martin Suryajaya, Fahruddin Faiz, dan Benedictus Hari Juliawan. Kehadiran mereka memperlihatkan beragam cara melihat perjalanan Magnis dan posisi pemikirannya dalam kehidupan intelektual Indonesia.

Bagi Marselli, perjalanan seorang filsuf tidak berhenti pada ruang kuliah atau buku-buku yang ditulisnya. Pemikiran memperoleh maknanya ketika berhadapan dengan kehidupan konkret. Dalam konteks itulah sosok Magnis tampil sebagai seseorang yang selama puluhan tahun terlibat dalam percakapan publik mengenai manusia dan masyarakat Indonesia.

Film ini juga menjadi bagian dari perhatian yang lebih luas terhadap warisan pemikiran Magnis. Pada 2026, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara mengangkat tema “Magnis untuk Indonesia” dalam rangkaian Dies Natalis ke-57 sekaligus peringatan ulang tahun ke-90 Franz Magnis-Suseno. Dalam rangkaian tersebut, The Philosopher’s Journey menjadi salah satu film yang diputar dan didiskusikan.

STF Driyarkara menyoroti sedikitnya tiga bidang kontribusi Magnis bagi Indonesia, yakni etika dan sosial-politik, teologi dan kehidupan menggereja, serta dialog antaragama. Ketiga bidang tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Magnis sebagai rohaniwan Jesuit sekaligus filsuf yang memilih untuk terlibat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Rilis melalui YouTube pada 21 September 2026 memberikan dimensi baru bagi perjalanan film tersebut. Jika sebelumnya penonton bertemu dengan The Philosopher’s Journey melalui pemutaran terbatas dan forum diskusi, kini film itu dapat menjangkau penonton yang lebih luas, termasuk generasi muda yang mengenal Magnis terutama melalui tulisan, wawancara, media digital, atau perdebatan publik.

Judul The Philosopher’s Journey sendiri menjadi penting karena film ini tidak semata-mata berbicara tentang seorang filsuf, melainkan tentang perjalanan. Ada perjalanan seorang manusia yang datang ke Indonesia, menjalani panggilan hidupnya, menjadi bagian dari dunia pendidikan dan filsafat, serta terus berdialog dengan persoalan-persoalan bangsa yang berubah dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, film karya Marselli Sumarno ini dapat dibaca bukan hanya sebagai dokumentasi mengenai Franz Magnis-Suseno, tetapi juga sebagai rekaman tentang hubungan antara filsafat dan kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam perjalanan seorang filsuf akhirnya kembali kepada persoalan yang lebih luas: bagaimana manusia hidup bersama, bagaimana masyarakat menjaga kebebasan dan martabat manusia, serta bagaimana pemikiran dapat mengambil bagian dalam kehidupan publik.

Kini, setelah melewati perjalanan pemutaran dan diskusi, The Philosopher’s Journey memasuki ruang publik yang lebih luas melalui YouTube. Perjalanan film tentang sang filsuf pun berlanjut—kali ini melalui layar digital dan perjumpaan dengan penonton yang lebih beragam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here