Pater Louis Leahy dilahirkan di Québec, Kanada, 19 Agustus 1927 dari pasangan suami-istri (Alm) Bapak Wilfrid Leahy dan (Alm) Ibu Adine Blouin. Dua hari sesudah kelahirannya Leahy kecil menerima baptis (21 Agustus 1927) di Gereja Notre Dame du Chemin, Quebec. Leahy bersekolah dasar dan menengah di sekolah Jesuit Études Classiques, College des Jésuites de Québec, Kanada (1947).
Leahy masuk Novisiat Serikat Jesus di Montréal, P.Q., Kanada, pada 7 September 1947, dan sesudah kaul pertamanya ia melanjutkan formasinya pada tahap juniorat (1949-1950) di Montreal. Kecakapannya dalam studi dan minatnya yang besar dalam filsafat memungkinkan Leahy meraih Licence en philosophie dalam jangka waktu dua tahun (1950-1952) di Montréal.
Tahap orientasi kerasulan dijalaninya dengan mengajar di tiga kolese: Québec (1952-1953), Montreal (1953-1954), dan Sudbury (1954-1955). Licensiat teologi diraihnya dalam waktu 4 tahun belajar teologi di Montréal (1955-1959). Ia ditahbiskan menjadi imam pada 19 Juni 1958 di Montreal oleh Kardinal P. E. Legèr.
Begitu selesai studi teologi Pater Leahy menempuh tersiat di Mont Laurier, P.Q., Kanada, dengan bimbingan Pater A. Dugré, S.J. (1959-1960). Tersiat berakhir, dan Pater Leahy ditugaskan belajar di Universitas Gregoriana, Roma untuk doktorat filsafat (1960-1963) yang diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Berhasil meraih gelar doktor filsafat Pater Leahy mengucapkan kaul akhirnya pada 2 Februari 1964 di Montreal, Kanada, di hadapan Pater Roger Cantin, Rektor Fakultés SJ de Montréal.
Menggulati filsafat membawa Romo Leahy melanglang buana dari satu kota ke kota lain, negeri satu ke negeri lain, lengkap dengan berbagai pengalaman dan peristiwanya. Setelah 2 tahun menjadi pengajar filsafat di Jesuit Philosophy, Trois-Rivières, Kanada, ia pindah tugas sebagai pengajar filsafat di Université du Quebec (1968-1971), dan berikutnya dikirim sebagai misionaris dan mengajar filsafat di Pontifical College, Dalat, Vietnam (1968-1970). Pada 1975 Pemerintah Vietnam mengusir para imam dan religius, tak terkecuali Rm Leahy.
Bersama dengan sejumlah Jesuit Rm Leahy terbang dari Vietnam ke Senegal pada Oktober 1975. Di sana lagi-lagi ia mengajar filsafat. Pada 1977 ia menjadi pengajar filsafat di JSCR, Abidjan, Pantai Gading, Afrika; juga di Fakultas SJ di Kinshasa, Zaire. Indonesia beruntung menerima kedatangan Rm Leahy, sang ahli filsafat ini. Maka, setelah diadakan beberapa pertimbangan menyusul permintaan tenaga ahli filsafat di Indonesia, Rm Leahy mulai belajar bahasa Indonesia (1978), dan untuk sementara menetap di kota pelajar Yogyakarta. Secara khusus dan efektif ia belajar bahasa Indonesia justru di Universitas Cornell, Amerika Serikat (1979) selama tiga bulan. Tepat pada 18 Agustus 1979 Rm Leahy menginjakkan kakinya untuk selanjutnya tinggal di sini. Sejak itulah Rm Leahy menjadi bagian dari Jesuit, Gereja, dan masyarakat Indonesia, Berkiprah di bidang filsafat yang kian diterima dan menjadi bagian dunia intelektual di Indonesia. Buku-buku dan artikel filosofis tak terhitung jumlahnya mulai lahir dari permenungannya dan menjadi sumbangan, inspirasi, dan tantangan bagi masyarakat intelektual Indonesia dan dunia internasional melalui berbagai jurnal filsafat. Bertempat di Yogyakarta (Kolese St Ignatius dan Kolese de Britto) Rm Leahy menjangkau perguruan-perguruan tinggi di Jawa: Jakarta, Bandung, Surabaya. Dan akhirnya, pada Juni 1989 ia berpindah tempat kiprah di STF Driyarkara, Jakarta, tetap dengan jangkauan pelayanan yang luas di berbagai perguruan tinggi.
Riwayat tugas wafatnya
Dosen pada Trois rivieres | Kanada | 1967-1968 |
Dosen pada Université du Quebec | Kanada | 1968-1971 |
Dosen pada Pontifical College, Dalat | Vietnam | 1968-1975 |
Dosen pada JSCR, Abidjan | Pantai Gading | 1977 |
Dosen di Kinshasa | Zaire | 1978 |
Belajar bahasa Indonesia | Yogyakarta & Amerika | 1978 |
Dosen pada FTW Kentungan | Yogyakarta | 1978-1989 |
Konsultor Rumah de Britto | Yogyakarta | 1985-1989 |
Dosen pada STF Driyarkara | Jakarta | 1989-2012 |
Pendoa bagi Serikat Jesus dan Gereja | Emmaus, Girisonta | 2012-wafatnya |
Pater Leahy, bahagialah di sorga bersama Kristus Tuhan yang Pater imani dan bela mati-matian melalui kajian-kajian filosofis. Terima kasih atas pemberian diri penuh kerendahan hati dari Pater bagi dunia intelektual di Indonesia. Terima kasih pula atas gaya humor Pater yang segar.
sumber : jesuits.my.id