Janganlah hanya karena kesamaan agama, ras etnis, kelompok profesi atau ideologi, kita secara tidak sadar, justru membela orang-orang yang secara hukum sah telah terbukti menyalahgunakan uang atau senjata sehingga sangat merugikan orang lain atau bahkan bangsa dan negara; misalnya berupa tindak pidana korupsi dan penghilangan paksa nyawa sesama atau pembunuhan.
Karena uang dan senjata pada dasarnya netral dan penggunaan atau dampaknya bergantung pada niat dan tindakan orang yang menggunakannya, alih-alih pada afiliasi keagamaan/kepercayaan, ras etnis, kelompok profesi, ideologi apa pun.
Meskipun uang dapat digunakan untuk tujuan keagamaan/kepercayaan, uang itu sendiri tidak religius, dan demikian pula, senjata adalah alat sekuler yang dapat digunakan dalam konflik bersenjata atau oleh orang-orang dari agama/kepercayaan apa pun.
UANG
Uang adalah alat tukar dan alat untuk kegiatan ekonomi. Uang dapat digunakan untuk mendukung lembaga keagamaan/kepercayaan, mendanai kegiatan amal, atau untuk keuntungan pribadi, tetapi uang itu sendiri tidak memiliki iman.
Penggunaan uang dalam konteks keagamaan/kepercayaan adalah pilihan orang-orang, bukan karakteristik mata uang itu sendiri.
SENJATA
Senjata adalah instrumen konflik dan kekuasaan. Senjata dapat digunakan untuk menegakkan doktrin agama/kepercayaan atau berperang atas nama agama, tetapi senjata tersebut bersifat sekuler. Keputusan untuk menggunakan senjata demi memajukan agenda agama/kepercayaan atau untuk kekerasan adalah keputusan manusia, bukan kualitas intrinsik senjata tersebut.
KESIMPULAN
Yang jelas, manusia pengguna uang atau senjata harus bertanggung jawab penuh atas cara mereka menggunakan uang dan senjata itu sendiri, terlepas dari keyakinan agama/kepercayaan mereka.
Segala macam bentuk/wujud penyalahgunaan uang atau senjata yang merugikan orang lain, sesama manusia dan lingkungan hidup semesta, terlebih dalam tindak pidana korupsi dan pembunuhan sesama manusia dan perusakan lingkungan hidup, tak pernah dapat dibenarkan oleh agama, ras etnis, kelompok profesi, ideologi apapun di dunia ini.
Hati-hati munculnya secara sporadik gejala bela-membela sesama yang terkena kasus pidana korupsi dan pembunuhan, berdasarkan kesamaan agama, ras/etnis/kelompok profesi dan ideologi ini sungguh sangat berbahaya, justru dapat mengarahkan situasi panas akhir-akhir ini pada konflik horizontal. Sesuatu yang sebenarnya, sejauh ini tidak signifikan ada pada gelombang protes demonstrasi rakyat, warga biasa, buruh, mahasiswa, petani, pedagang kaki lima, pekerja kantoran, masyarakat adat, dll., yang menyatu secara organik di negeri kita Agustus-September 2025 ini..🙏
Leiden, 4 September 2025
I.Sandyawan Sumardi






























